Selamat Datang - Sugeng Rawuh - Welcome to Amink Bayu

Alam Senantiasa Memberi

Belajar dari alam yang senantiasa memberi, dan tak pernah berharap untuk diberi...

Memberi Keindahan

Sekuntum bunga yang merekah, mampu memberi pesona yang begitu indah ...pada kehidupan

Hitam dan Putih Selalu Berdampingan

Hitam putih kehidupan, ibarat siang dan malam yang senantiasa berdampingan.....

Tak Ada Yang Abadi

Namun pada saatnya, iapun akan layu. Begitulah hukum kehidupan. Tak ada yang abadi... Semua fana, dan sementara...

Semua Akan Kembali

Pada saatnya, semua akan kembali menjadi sesuatu yang tiada...

Blogger Widgets
READY STOCK DOLLAR
LR $500 rate 9600,STP $146 rate 9000 via BCA/MANDIRI
Showing posts with label Edukasi. Show all posts
Showing posts with label Edukasi. Show all posts

September 07, 2012

HIDUP SEORANG MANUSIA TERGANTUNG PADA PIKIRANYA



Orang yang tidak mengerti arti sebuah impian selalu menganggap orang orang yang punya impian besar dalam hidupnya sebagai tukang khayal, pelamun, gila dan kurang waras. Akan tetapi justru dengan munculnya orang orang “gila” inilah dunia bisa dinamis, peradaban dan kebudayaan bisa berkembang. Tuduhan ini sangat wajar, sebab tangga impian merupakan salah satu tangga dari beragam tangga menuju kesuksesan hidup. Tanpa impian, mustahil seseorang bisa sukses. Tidak mungkin para pelajar bisa menggapai kesuksesan study bila tidak mengawalinya dengan impian, yakni bermimpi menjadi pelajar sukses dan menjadi pelajar kebanggaan semua orang. Para guru juga tidak akan mengalami kesuksesan dikelas bila tidak mempunyai impian tentang keberhasilan dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dikelas bersama siswa, yakni dengan jalan BERPIKIR KREATIF dan INOVATIF dalam menyampaikan pelajaran.
Perlu diingat disini bahwa bermimpi hanya dilakukan oleh orang orang sukses. Orang yang gagal dan pecundang sama sekali tidak mempunyai impian dalam hidupnya. Akibatnya, dalam rumus kesuksesan selalu terdapat perbandingan antara kesuksesan dan kegagalan dengan rasio 20:80, artinya dari 100 orang, hanya 20 orang saja yang memperoleh kesuksesan prima, sementara 80 orang lainya adalah orang gagal yang gampang menyerah pada keadaan. Kajian Neuro Linguistic Programming [NLP] menyimpulkan perbandingan 12:88, Artinya dari 100 orang, hanya 12 orang saja yang mampu menggapai kesuksesan sementara 88 orang lainya mengalami kegagalan, bahkan ada yang menggunakan 1:99. Artinya, bila kita mengajak orang lain untuk menuai sukses bersama, maka maka hanya ada 1 orang saja yang siap siaga memperjuangkan kesuksesan secara sukarela, sementara 99 orang laenya akan berkata:
“Silahkan kamu sukses terlebih dahulu, Kalau kamu sudah sukses baru saya akan menyusulmu “
Walaupun belum menggapai kesuksesan atau sedang berjalan diatas tangga menuju kesuksesan, orang orang yang berjiwa sukses adalah orang orang yang punya impian hebat dan mereka juga mau menghormati impian orang laen. Hal ini berbeda dengan orang yang berjiwa pecundang dan bermental gagal. Mereka sama sekali tidak memiliki impian dan lebih tragis lagi mereka tidak bisa menghargai impian orang laen.
Ada sebuah cerita nyata:
Di Yogyakarta, ada seorang anak lulusan SMP yang merantau tanpa membawa bekal sedikitpun selain pakaian yang melekat dibadanya, Ia kemudian menjual celana Levis Kesayanganya untuk dijadikan modal berjualan rokok asongan di sekitar Shoping Center [SC], pusat perbelanjaan buku di kota gudeg tersebut, Anak ini mempunyai kegemaran membaca, berbeda dengan pedagang asongan laenya Ia dipinjami buku Motivasi oleh M.Chasan, sang pelanggan setianya. Suatu ketika anak ini bilang : Saya ingin punya mobil Toyota Corolla, mobil paling bagus pada saat itu. Kebetulan ada pedaganng asongan laenya yang mendengarkan, dan sembari berkata, anak lulusan SMP ini, bermimpi, stress dan ndak tau diri, Duapuluh tahun setelah itu, Ia bener bener memiliki Mobil Toyota Corolla, Mobil Mercy dan beberapa mobil pick up, Bila demikian faktanya,  Apakah anda belom mau bermimpi juga?????
“HIDUP SESEORANG MANUSIA TERGANTUNG PADA PIKIRANYA” demikianlah pendapat Nancys Aurelius. Tidak terlalu berlebihan pendapat ini, memang benar nasib seseorang sangat tergantung pada kualitas berpikir orang tersebut. Nasib anda sebagai seorang pelajar sangat tergantung pada prospektif anda menilai pelajaran, guru, ilmu dan sekolah. Jika anda berpikir ingin menjadi bintang sekolah maka andapun akan menjadi bintang disekoalh, jika Anda selaku guru berpikir ingin menjadi seorang guru yang kreatif yang sangat dicintai oleh oleh para murid, maka andapun akan mendapatkan yang anda inginkan, jika anda berpikir bahwa siswa anda adalah siswa yang malas, bandel dan suka bikin ulah, maka selama berprofesi jadi guru, anda akan mendapatkan siswa-siswi yang malas, bandel, nakan dan suka bikin ulah.
Oleh karena itu, jika ingin memperbaiki kualitas hidup anda, perbaikilah pola piker anda, sebab, perjalanan nasib sangat tergantung pada bagaimana kita berpikir dan memandang arti nasib. Rumus NLP menyatakan bahwa dari prosfektif akan muncul kebisaaan, dari kebisaaan akan menjadi karakter, dan karakter diri itulah yang akan memunculkan dan mengubah nasib.
Mulai sekarang juga anda harus memperbaiki pola piker dan berani mengambil langkah untuk bermimpi. Jangan malu malu utnuk bermimpi, justru kalo tidak punya impian, anda akan sering dipermalukan dalam kehidupan ini, Sekarang juga bangunlah impian impian anda, dengan demikian berarti anda telah bergabung dengandunia orang orang sukses.
Sebab selama ini kita menyaksikan hanya orang orang sukses sajalah yang berani membangun impian mereka demi mensejahterakan kehidupan mereka, keluarga, saudara, tetangga dan orang banyak. Sementara orang orang yang tidak punya impian atau tidak berani menciptakan impian selalu dibawah, dan keadaan mereka cukup menyedihkan serta serba tidak menyenangkan.
(sumber: Buku Sofware untuk melejitkan Prestasi)

September 02, 2012

Cara Baca Kepribadian Lewat Tulisan (Grafologi)

Cara Baca Kepribadian Lewat Tulisan (Grafologi)

Ternyata Setiap tulisan yang di buat oleh seseorang mencerminkan kepribadian orang tersebut. dan Teknik ini di namakan Grafologi. tentu nya butuh pembelajaran untuk mengerti.
Bagaimanakah cara membaca nya? Mungkin sebagian dari teman teman ingin tahu kepribadian orang dari gaya menulisnya..

Grafologi adalah ilmu yang mempelajari karakter seseorang dengan cara menganalisa tulisan tangannya, buku pertama tentang grafologi ditulis oleh Camillo Baldi, seorang dokter asal Itali pada tahun 1622. Tahun 1872, Jean Michon menerbitkan bukunya yang menjadi buku pokok grafologi pada saat itu. Tak lama kemudian, universitas universitas di Eropa mulai memberi gelar Ph.D. atau Master di bidang ini.

Ada dua metode untuk menilai karakter dan kepribadian lewat ilmu ini, yaitu teknik Jerman dan teknik Perancis. Metode Jerman dengan cara melihat secara keseluruhan tulisan seseorang. Sedangkan pada teknik Perancis cenderung menganalisa per huruf lalu digabungkan. Seorang pemula biasanya mempelajari teknik Perancis terlebih dahulu.


Menurut riset, keakuratan analisa grafologi mencapai 80-90%.
Beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang al:

1. Arah kemiringan huruf
Ke kanan = ekspresif, emosional
Tegak = menahan diri, emosi sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya

2. Bentuk umum huruf-huruf Bulat atau melingkar = alami, easygoing Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar

3. Huruf-huruf bersambung atau tidak Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial). Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama

4. Spasi antar kata Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?) Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak

5. Jarak vertikal antar baris tulisan Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik

6. Interpretasi huruf ‘t’ Letak palang (-) pada kail ‘t’ - Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya - Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab - Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target. Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’ - Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas) - Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan - Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan

7. Arah tulisan pada kertas Naik/menanjak = energik, optimis, tegas Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri

8. Tekanan saat menulis Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya

9. Ukuran huruf Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya

10. Sedikit tentang huruf “O” - Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O” - Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan.

BERPIKIR sangat SEDERHANA


BERPIKIR SEDERHANA

Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan. 

Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, “untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?”

Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, “Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia.” Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah… kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.

Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, Rusa!!!” sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.

Ucapan Orang Tua dan Pengaruhnya Bagi Anak-Anak


Ucapan Orang Tua dan Pengaruhnya Bagi Anak-Anak

Jodi Foster pernah menerima Piala Oscar sebagai aktris terbaik dalam salah satu film layar lebar. Saat penyerahan piala tersebut, dari atas panggung dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya hingga meraih penghargaan ini.Yang menarik, ucapan terima kasihnya yang pertama ditujukan kepada ibunya.

Kira-kira ucapannya seperti ini, “Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu saya. Sewaktu saya masih kecil, Ibu selalu mengatakan bahwa semua lukisan tangan saya itu setara dengan karya Picasso. Pada saat saya sedang dalam keadaan sulit, ia  selalu bilang: Jodi, kamu pasti bisa mengatasinya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dan, kata-kata inilah yang selalu terngiang di benak saya hingga akhirnya saya yakin dan mampu untuk menjadi seorang seniman sehebat Picasso.”

Demikian cerita yang dikutip Ayah Edy dalam membuka topik pentingnya kalimat yang diucapkan orangtua bagi anak. Ternyata, dulu Jodi Foster sangat gemar melukis. Dan, sering kali mengganggu ibunya hanya untuk memperlihatkan hasil lukisan-lukisannya yang pada saat itu semuanya masih tampak seperti benang kusut.

Para orangtua dan guru yang saya cintai, tetapi apa yang terjadi jika seandainya yang diucapkan oleh ibunya adalah seperti ini:  “Jodi jangan pernah ganggu pekerjaan ibu lagi dengan lukisan-lukisan burukmu itu ya… Sudahlah Jodi, kamu tidak akan pernah mampu untuk menjadi seniman. Cepat sana segera selesaikan PR-mu, sebelum ibu berubah pikiran…!”

Kalimat-kalimat negatif seperti ini akan meninggalkan kesan dan luka yang mendalam bagi diri seorang anak. Bisa jadi, kalimat tersebut akan tertanam di dalam benaknya sepanjang hidupnya. Dalam beberapa kasus ditemui, pengaruh kata-kata di duga lebih menghancurkan hidup seorang anak daripada kekerasan yang menyangkut fisik.

Kata-kata yang kita ucapkan kepada anak membawa pengaruh besar bagi hidupnya karena setiap kata atau kalimat yang diucapkan sekaligus membawa pesan tersirat tentang dirinya, baik berhubungan dengan kemampuan ataupun ketidakmampuannya. Begitu si anak menyimpan pesan itu dalam batinnya, pesan itu lama-lama menjadi suatu keyakinan dan pembenaran atas setiap kegagalan yang dialaminya. Bahkan, sering kali kata negatif yang telah terserap dalam alam bawah sadarnya tetap bekerja, meskipun ia tidak menyadarinya.

Bayangkan, pada saat dilakukan penelitian terhadap kekuatan kalimat positif, Douglas Bloch mewawancara dua kelompok, yakni orang-orang yang sukses dan orang-orang yang tinggal di penjara. Ternyata ada perbedaan besar sekali mengenai kata-kata yang dulu sering didengar dari orangtua mereka.

Inilah kata-kata yang dulu sering didengar oleh sebagian besar kelompok orang yang dipenjara: “Kamu memang anak sialan, lihat saja nanti kelak hidupmu akan berakhir di penjara!”
Sementara itu, inilah kata-kata yang dulu sering didengar oleh kelompok orang-orang yang sukses. Mereka selalu diberikan duaa jenis kalimat positif, yaitu kalimat penghargaan dan penguatan.
Kalimat Penghargaan
- “Lihat… betapa bagusnya kamu melakukan itu….”
- “Terimakasih, kamu telah menepati janji….”
- “Papa sungguh berterimakasih, kamu telah mau berusaha….”
Kalimat Penguatan
- “Mama yakin, kamu akan mampu mengatasinya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan!”
- “Mama yakin, kamu sesungguhnya anak baik, hanya mungkin kali ini kamu sedang terpengaruh oleh teman-temanmu yang tidak baik. Apakah kamu mau bila mama membantumu untuk bisa menjadi baik seperti dulu lagi?”
Sebagaimana dijelaskan di dalam bukunya, “Mendidik Anak Zaman Sekarang Ternyata Mudah Lho…” sungguh betapa dahsyatnya efek dari kalimat-kalimat negatif bagi masa depan seorang anak!
Namun, berita baiknya adalah ternyata pengaruh kalimat-kalimat negatif tersebut masih bisa dihapuskan melalu kalimat-kalimat positif. Terlebih lagi yang mengucapkannya adalah orangtua atau gurunya sendiri. Jadi, segeralah ganti kalimat-kalimat kita yang selama ini bernuansa negatif dengan kalimat positif.
Berikut adalah beberapa contoh kalimat negatif yang mungkin dulu sering kita dengar dari para guru dan orangtua.
“Aduh… Kamu susah amat ya diajarinya…?”
Coba kita ganti dengan:
“Ibu Guru yakin, kamu sebenarnya mampu mengerjakannya. Kamu hanya perlu waktu saja. Ayo kita coba sekali lagi ya…!”
Ingat, kalimat mana yang kita pilih, tulah yang akan menjadi kenyataan pada masa depan anak-anak tercinta! Demi masa depan anak-anak kita yang lebih baik, mulai hari ini juga, mari kita biasakan untuk selalu mengucapkan kalimat-kalimat positif pada mereka setiap hari. 

10 Cara Mendidik Anak Hiperaktif


10 Cara Mendidik Anak Hiperaktif




Menjadi orangtua yang memiliki anak hiperaktif pasti merupakan salah satu tugas yang sangat sulit. Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda terapkan dalam usaha menghadapi anak hiperaktif.
  1. Ajarkan disiplin pada anak hiperaktif, agar ia dapat mengatur dirinya dengan baik.
  2. Jangan menghukumnya karena perilaku hiperaktif bukanlah kesalahan anak Anda.
  3. Jangan sekali-kali melabel anak hiperaktif sebagai anak nakal, malas atau bodoh, karena akhirnya ia akan bersikap seperti yang dilabelkan padanya.
  4. Keefektifan terapi berbeda-beda bagi tiap anak. Orangtua harus menentukan terapi yang terbaik bagi anak.
  5. Yang terpenting berikan kasih sayang (bukan memanjakan) pada anak hiperaktif melebihi saudara lainnya. Alasannya, seberapa banyak kasih sayang yang ditumpahkan pada anak hiperaktif, tidak akan pernah bisa penuh.
  6. Dalam mengajari anak Anda yang hiperaktif, jangan bosan untuk terus menerus mengulang hal-hal yang dengan cepat dapat dipelajari dan diingat oleh anak normal.
  7. Di depan anak Anda tersebut, katakanlah pada orang lain kalau dia adalah anak yang baik, dan jangan mengomentari kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukannya.
  8. Secara konstan/terus menerus waspadalah terhadap segala tindakannya yang mungkin dapat membahayakan dirinya atau orang lain.
  9. Perbanyak komunikasi dengan anak Anda. Jika pada anak normal kita cenderung berkomunikasi pada saat-saat tertentu, pada anak hiperaktif kita harus berkomunikasi “setiap satu menit sekali”.
  10. Salah satu hal tersulit dalam mengatasi anak hiperaktif adalah ketika sedang berada di meja makan dan kita meminta dia makan sendiri. Mungkin dia malah akan memainkan makanannya atau berlari- lari mengelilingi meja makan. Jangan marahi dia! Yang harus Anda lakukan adalah Anda harus menyuapi mereka dengan sabar.
Demikian bebarapa tips yang diharapkan dapat membantu Anda. Menghadapi Anda hiperaktif mungkin tidak semudah teori yang kita baca, tapi dengan kesabaran dan didasarkan rasa kasih kita kepada sang anak, kita pasti bisa melakukannya.